Prinsip Akuisisi Pelanggan dalam Era Bisnis Digital

Prinsip Akuisi Pelanggan dalam Era Bisnis Digital

Prinsip Akuisisi Pelanggan dalam Era Bisnis Digital ditulis oleh Army Alghifari

Apa itu Prinsip Akuisisi Pelanggan?

Pebisnis di era digital seringkali lupa tentang prinsip akuisisi. Contoh statemennya:

1. Ngapain bayar iklan, toh organik aja bisa?
2. Ngapain harus bikin banyak konten, kalau 1 aja udah works?
3. Ngapain sih ngiklan, mending endorse micro-influencer

Hati-hati dalam menerapkan prinsip akuisisi pelanggan

Bisnis yang sehat ciri-ciri utamanya adalah selalu bisa mengakuisisi calon pelanggan.

Misal Anda punya resto di mall. Setiap hari ada calon pelanggan yang mampir ke resto Anda karena brosur yang disebar di depan pintu. Itu namanya akuisisi.

Dari orang yang masuk itu, probabilitas orang yang transaksi akan naik, lalu omset Anda nambah, bisnis Anda tumbuh, dan begitu seterusnya.

Proses akuisisi adalah momen utama yang akan bikin bisnis Anda dari nol menjadi satu.

Baca Juga :   Cara Mengubah Format Hari dan Tanggal Berbahasa Ingris ke Bahasa Indonesia pada Microsoft Excel

Proses Akuisisi Pelanggan butuh biaya

“Kabar buruk”-nya, proses ini butuh biaya! Namanya biaya akuisisi. Apapun mediumnya.

Dalam dunia digital, medianya sangat banyak. Saking banyaknya sampai Anda kebingungan, dan lupa apa karakter inti dari akuisisi yang mantap.

Nah, kalau menurut saya pribadi setelah cukup lama bergelut di bisnis digital, ada 3 hal yang tercetus saat bikin postingan ini, yang menurut saya penting dalam taktik akuisisi:

1. Harus bisa diukur
2. Harus bisa diulangi
3. Harus bisa diintervensi

Kalau bisa saya ukur, maka saya bisa merekayasa target angka-angkanya. Kalau bisa diulangi, maka saya bisa bikin sistemnya. Kalau bisa diintervensi, maka saya bisa kendalikan kebutuhannya.

Dengan terpenuhinya 3 hal itu, maka hasil akhirnya tentu akan lebih bisa diprediksi.

Memang banyak hal yang tidak pasti di dunia ini, tapi billing tagihan kita dan gaji karyawan tidak termasuk di dalamnya. Jangan sampai kegagalan Anda dalam memprediksi pertumbuhan, menyebabkan banyak orang terzholimi.

Oleh sebab itu, dari dulu saya suka sekali beriklan (paid traffic) alih-alih organic traffic. Saya nggak benci organik, cuma bukan pilihan pertama saya dalam membesarkan bisnis. Alasan utama: organic traffic cenderung tidak bisa diintervensi, dan hasil kerjanya juga tidak bisa diprediksi.

Baca Juga :   Tanpa Anti virus, Amankah Laptop kita ?

Jangkauan organik saya anggap sebagai dampak positif dari membesarnya jangkauan produk saya, yang akan tumbuh secara natural. Tentu harus diurus dan dirawat, tapi bukan itu yang utama dalam proses pertumbuhan. Mungkin perbandingannya sekitar 80:20 lah.

Perbandingannya tidak akan saklek segitu terus. Suatu hari nanti jika bisnis saya sudah besar mungkin akan bergeser ke 50:50 atau bahkan 20:80.

Sampai kapan mas akan beriklan?

Kata Ogilvy: “Once born, a brand needs advertising to stay healthy”.

I want to stay healthy forever.

Source : army alghifari

Total View 153,050 total views, Views Today 1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *