Koneksi “Video Praktik Pembelajaran” pertemuan 1

video praktik pembelajaran

Koneksi “Video Praktik Pembelajaran”

Koneksi Video Praktik Pembelajaran Berikut ini merupakan buah pemikiran pribadi kami yang hanya manusia biasa yang tak luput dari yang namanya kesalahan. Mohon maaf apabila jawaban kami kurang begitu memuaskan ataupun jauh dari yang namanya kesempurnaan. Jadi silahkan teliti kembali apa yang saya bagikan. Ambil yang pantas diambil dan buang sisanya. Syukur-syukur ada dari rekan-rekan yang berkenan untuk menambahkan buah pemikirannya di kolom komentar.

Koneksi “Video Praktik Pembelajaran”

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu kelengkapan komponen pada RPP ?

Sebetulnya sederhana karena RPP merdeka belajar berfokus di tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian. Selebihnya hanya identitas di awal penulisan RPP.

Untuk tujuan harus memuat ABCD atau Audiens, Behaviour, Condition dan Degree. Adapun langkah-langkah pembelajaran menyesuaikan sintaks dari model ataupun metode pembelajaran yang kita tentukan. Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan akan LKPD, media pembelajaran ataupun bahan ajar yang harus kita siapkan di balik RPP yang kita buat.

Adapun penilaian mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Masing-masing aspek memuat instrumen,rubrik penilaian, dan juga kisi-kisi untuk aspek penilaian pengetahuan.

Berdasarkan pengalaman Saudara, bagaimana  Saudara membuat rekaman video praktik pembelajaran  daring?

Sebenarnya ini baru pertama kali kami membuat video praktik pembelajaran daring. Hanya saja gambaran umumnya kami menggunakan screen recording untuk merekam proses pembelajaran yang kami lakukan sejak detik pertama sampai detik terakhir. Seluruh aktifitas baik guru maupun peserta didik akan terekam termasuk pembicaraan dan gambar yang tampil pada layar. Jadi hanya membutuhkan satu aplikasi saja untuk merekam layar.

Adapun media untuk video conference bersama peserta didik biasanya menggunakan google meet yang cenderung lebih ringan dibandingkan dengan zoom ataupun webex.

Baca Juga :   Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pertemuan 1

Berdasarkan pengalaman Saudara, Bagaimana Saudara mengedit  rekaman video pembelajaran daring  menjadi 7 – 10 menit dengan tetap memperlihatkan tahap-tahap penting kegiatan pembelajaran?

Tidak semua guru mampu melakukan editing video termasuk saya pribadi. Jadi yang kami lakukan awalnya adalah memetakan langkah-langkah yang akan kita tampilkan dalam video pembelajaran. Setelah melakukan rekaman via screen recording, kami pilah pilah sceen yang sesuai dengan langkah-langkah yang kami petakan di awal tadi. Baru kemudian kami gabungkan menjadi satu dengan aplikasi kinemaster. Meskipun free version tapi cukup untuk membuat video praktik pembelajaran sederhana.

Koneksi “Video Praktik Pembelajaran”

Berdasarkan pengalaman Saudara, apa kesulitan-kesulitan dalam membuat video praktik pembelajaran?

Mungkin karena baru pertama kali, dan belum terbiasa agak sedikit sulit ketika menggabung-gabungkan video menjadi satu melalui aplikasi kine master. Aplikasi tersebut hanya bisa digunakan dengan smartphone. Jadi tombol-tombolnya sangat kecil terlebih mata mudah lelah ketika berhadapan dengan smartphone terlalu lama. Selain itu ketika proses rendering terkadang mengalami kegagalan  yang kami sendiri kurang paham kenapa bisa terjadi seperti itu.

Bagaimana Saudara memanfatkan rekaman video praktik pembelajaran sebagai bahan untuk melakukan perbaikan kualitas pembelajaran?

Video praktik pembelajaran yang kami buat itu bagaikan cermin yang kita gunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dengan melihat rpp yang kita buat. Apakah langkah-langkah pembelajaran yang ada di RPP sesuai dengan apa yang kita lakukan dalam video pembelajaran tersebut.

Selain itu terkadang kita baru melihat adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat diprediksi sehingga kita bisa belajar dari apa yang sudah lalu. Dengan melihat video pembelajaran tersebut sama halnya dengan melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada diri kita sehingga memotivasi diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik.

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu pemenuhan HOTS pada RPP ?

Baca Juga :   Materi PPG : Tes Formatif KB 1 Peran Guru Dalam Pembelajaran Abad 21

Untuk mereview pemenuhan HOTS dalam RPP yang kita buat adalah dengan memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Apabila peserta didik hanya pasif maka jelas tidak ada aktifitas HOTS dalam pembelajaran. Berbeda halnya apabila terdapat kegiatan seperti mengkomunikasikan, membuat jejaring, mendiskusikan , menganalisis dan kata kerja operasional minimal C4  pada taksonomi bloom.

Koneksi “Video Praktik Pembelajaran”

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu pemenuhuan TPACK pada RPP ?

TPACK merupakan singkatan dari  Technological, Pedagogical, And Content Knowledge . Pada RPP yang kita buat sudah pasti terdapat content knowlodege karena apa yang kita rencanakan pada intinya adalah transfer of knowlodge. Kemudian kita perlu menganilis dari sisi teknologi yang cocok dengan karakteristik peserta didik, termasuk materi yang akan kita ajarkan apakah cocok dengan teknologi yang kita pilih dan cantumkan pada RPP.

Jadi unsur teknologi yang ada di RPP kita tidak sekedar ada melainkan harus mempunyai daya guna. Adapun pedagogik merupakan kemampuan kita sebagai seorang guru yang tidak sekedar transfer of knowledge melainkan kita harus bisa melakukan sentuhan-sentuhan kecil di hati peserta didik. Karena mendidik dengan hati jauh lebih mengena tanpa harus mengeluarkan nada-nada tinggi yang tidak enak di dengar telinga. Aktifitas-aktifitas sederhana seperti menanyakan kabar, memberi motivasi, dan tindakan tindakan preventif yang kita lakukan harus lebih banyak porsinya dari pada tindakan represif.

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu kelengkapan komponen pada Bahan Ajar ?

Pada dasarnya bahan ajar yang kita buat harus memuat komponen-komponen inti seperti judul, peta konsep, KD, tujuan dan indikator, baru kemudian materi yang kita sampaikan (boleh didahului materi prasyarat secara sekilas sekedar review saja baru kemudian materi inti) dan didalamnya juga mengandung contoh soal beserta pembahasannya baru diikuti dengan latihan soal ataupun tes formatif. Apabila bahan ajar yang kita buat itu mengambil dari sumber atau referensi lain maka bisa ditambahkan dengan daftar pustaka.

Baca Juga :   PPG 2020 : Tes Sumatif Rancangan Pembelajaran Inovatif

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu pemenuhan HOTS pada Bahan Ajar ?

Pemenuhan HOTS pada bahan ajar salah satunya dapat dilihat dari instrumen soal yang diberikan baik pada contoh soal maupun latihan soal yang harus dikerjakan peserta didik. Soal HOTS tidak selalu sulit sebaliknya soal sulit belum tentu hots. Pada dasarnya soal HOTS mempunyai karakteristik bersifat kontekstual dan jarang muncul di pembelajaran ataupun di buku-buku referensi artinya fresh from the oven.

Koneksi “Video Praktik Pembelajaran”

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu pemenuhan HOTS pada LKPD ?

Agak susah sebetulnya untuk mengintegrasikan HOTS pada LKPD. Namun salah satu ciri LKPD yang memuat HOTS adalah adanya semacam pancingan-pancingan atau rangsangan pemikiran yang dapat memicu peserta didik untuk berpikir lebih jauh. Terkadang peserta didik tidak dapat melakukan lompatan pemikiran yang jauh tanpa adanya batu loncatan yang berfungsi sebagai petunjuk-petunjuk untuk dimanfaatkan oleh peserta didik.

Sehingga setelah peserta didik selesai mengerjakan LKPD, mereka mampu untuk berpikir lebih tinggi dari sebelumnya seperti misalnya  menganalisis / menilai argumen dan data, mendefinisikan konsep, menyimpulkan, menganalisis, menerapkan strategi penyelesaian masalah hingga mengkomunikasikan penyelesaian dari permasalahan yang diberikan

Berdasarkan pengalaman Saudara,  apa saja diperlukan untuk mereviu pemenuhan HOTS pada Evaluasi Pembelajaran ?

untuk aspek pengetahuan, unsur HOTS dapat kita lihat dari instrumen soal yang diberikan. Soal ataupun permasalahan yang diberikan selain kontekstual juga bersifat asing  atau jarang dilihat penyelesaiannya bagi peserta didik.

sedangkan untuk aspek keterampilan jauh lebih mudah dikarenakan dalam penilaian keterampilan selalu ada kreatifitas, merekontruksi, penyimpulan, dan lain sebagainya yang membuat peserta didik berkembang pikirannya.

Demikian buah pemikiran kami selaku manusia yang masih harus belajar lebih jauh. Mohon maaf apabila terdapat jawaban yang kurang berkenan bagi rekan-rekan semuanya. Terima kasih sudah mampir di pakapri.net

Loading

30 thoughts on “Koneksi “Video Praktik Pembelajaran” pertemuan 1

    1. Alhamdulillah dan terimakasih sangat banyak membantu atas ilmunya semoga Allah yang membalasnya dengan kebaikan yang anda berikan Aamii

  1. Terimakasih banyak..sangat membantu kami. Semoga Allah swt membalas semua kebaikan-kebaikan bapak. Mohon refleksi video praktik dishare pak….

  2. Terimakasih banyak pak, ini sangat membatu sekali khusus nya bagi saya. semoga kebaikan bapak dibalas oleh allah SWT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *