Heboh, Orang Tua Menginap Di SMP Negeri 1 Tawangmangu Demi Daftarkan Anaknya

Heboh, Orang Tua Menginap Di SMP Negeri 1 Tawangmangu Demi Daftarkan Anaknya

 

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2019 / 2020 baru di buka hari ini kamis 13 Juni 2019. Namun bagi orang tua yang anaknya baru lulus SD dan berdomisili di sekitar tawang mangu harus rela berjibaku berjuang supaya anaknya dapat bersekolah di SMP Negeri 1 Tawang Mangu. Bahkan para malaikat tak bersayap ini rela bermalam di bawah seribu bintang berselimut dinginya udara gunung lawu. Hal itu disebabkan karena konon katanya “siapa cepat dia dapat”.

Maksud “siapa cepat dia dapat” adalah salah satu efek dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi. Jadi siapapun yang mendaftar lebih dulu makai a yang akan diterima selama berdomisili di tawang mangu. Entah dari mana statement itu didapat kami hanya mendapatkan info di kolom komentar akun Instagram @karanganyarkita yang tentu statement itu tidak bisa dipertanggung jawabkan karena tidak keluar dari pejabat publik seperti Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota.

Memang salah satu tujuan dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi ini adalah pemerataan Pendidikan sesuai dengan domisili peserta didik. Sehingga anak yang domisili di kec. Tawang mangu hanya bisa mendaftar di sekolah negeri yang zona sekolah lanjutannya sudah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga anak tersebut tidak bisa mendaftar di sekolah yang berada di luar zonasi yang sudah ditetapkan.

Perlu kita ketahui bahwa kecamatan tawangmangu berada di kaki gunung lawu. Sehingga akses untuk mendapatkan layanan Pendidikan tidak semudah di kota. Mungkin salah satu alasan orang tua rela mengantri bahkan menginap adalah agar anaknya dapat bersekolah di tempat yang tidak jauh dengan rumahnya. Berikut adalah foto yang kami dapatkan dari akun instagram @karanganyarkita yang dikirim oleh @narko_28.

Padahal, sesuai dengan aturan  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sudah ditetapkan, belum tentu yang mendaftar lebih awal lebih berpeluang diterima. Ada pertimbangan lain selain domisili yaitu hasil Ujian Nasional. Ilustrasinya jika ada 500 pendaftar dan semuanya berdomisili di zona tersebut, sementara kuota yang ada di sekolah itu hanya 300 kursi maka 200 anak akan direkomendasikan di sekolah pilihan kedua dan seterusnya. Artinya hanya pendaftar peringkat 1 sampai 300 yang diterima walaupun bisa jadi mereka mendaftar di detik-detik terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Bagi para akademisi, pejabat public, dan para netizen yang berbahagia apabila ulasan ini terdapat opiini yang kurang tepat itu berangkat dari keterbatasan kami akan informasi. Tolong tambahkan atau berikan koreksi kepada kami dengan Bahasa yang sopan tentunya di kolom komentar. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *